7 Jenis Bahan Sofa yang Umum Digunakan, Mana yang Terbaik?

7 pilihan sofa ruang tamu kecil agar ruangan terasa lebih luas - IKEA  Indonesia

Memutuskan sofa mana yang akan dibeli dan digunakan di rumah bukan hanya soal faktor harga dan keindahan tampilannya. Karena jenis bahan sofa sangat penting yang harus Anda perhatikan sebelum membeli.

Jenis bahan sofa mempengaruhi kenyamanan dan daya tahan sofa yang Anda beli. Jenis bahan sofa apa yang bisa Anda pilih? Berikut kami rangkum beberapa jenis bahan sofa!

  • Katun

Jenis bahan sofa yang pertama adalah katun, bahan yang paling umum digunakan di sebagian besar furnitur, termasuk sarung sofa. Sofa yang terbuat dari bahan katun memiliki tekstur yang lembut dan lembut namun tahan lama dan kuat untuk Anda gunakan.

Kualitas kapas juga dipengaruhi oleh kerapatan benang, semakin rapat semakin baik kualitas kapas. Kekurangan di kapas, apakah ada?Tentu saja ya, sifat bahan sofa katun tidak mampu menahan kerutan, api dan juga kotoran, sehingga bahan katun di sofa sering dikombinasikan dengan bahan lain untuk menutupi kekurangan yang ada.

  • Polyester

Merupakan serat sintetis dan tidak terjadi secara alami yang disebut polyester. Kelebihan bahan jenis ini adalah lebih tahan lama, tidak mudah kusut dan juga tidak mudah sobek.

Bahan polyester jenis ini juga sering dipadukan dengan bahan jenis lain atau disebut dengan bahan polyester blended.

  • Rayon

Jenis bahan sofa ketiga adalah serat yang terbuat dari selulosa yang diregenerasi, dipilih sebagai bahan penutup sofa yang menyerupai katun, linen, dan sutra. Namun rayon jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan jenis ini dan juga tahan lama.

Kekurangannya bahan sofa jenis ini mudah menyusut dan juga mudah terbakar.

  • Nylon

Nylon adalah jenis bahan sofa yang berasal dari serat kimia. Nylon banyak digunakan sebagai bahan bantalan sofa karena kelebihannya yaitu elastis, tidak mudah pecah, tahan air, tahan jamur, ringan dan mudah dicuci.

Meski memiliki banyak keunggulan, namun bahan sofa jenis nilon dapat terdegradasi di bawah sinar matahari.

  • Linen

Jika Anda menginginkan bahan sofa yang kuat, tidak mudah pecah, tidak mudah luntur dan lembut, pilihlah linen sebagai bahan penutup sofa Anda. Linen merupakan serat alam yang lebih tahan lama dan sulit menyerap tinta dibandingkan bahan lainnya.

Karena itu, sofa linen sering kali tampil tanpa pola atau polos. Kelemahannya adalah bahan jenis ini bisa kotor dan kusut.

  • Chennile

Dalam bahasa Perancis, Chennile berarti ulat. Jenis bahan sofa ini mendapatkan namanya karena tampilannya yang ditenun dan memiliki tekstur benang puntir yang cukup tebal.

Bahan sofa merupakan bahan yang tidak mudah sobek, kuat dan tahan lama. Namun, jenis ini sulit dibersihkan jika terkena noda.

Jika Anda menginginkan sofa bergaya klasik, Anda dapat mempertimbangkan sofa jenis Chennile.

  • Akrilik

Jenis sofa serat sintetis, yaitu akrilik dan merupakan tiruan dari Bahannya. Jika Anda ingin menempatkan sofa di luar ruangan, maka bahan sofa jenis ini sangat cocok.

Hal ini dikarenakan akrilik lebih tahan terhadap paparan sinar matahari dan juga mudah kering saat terkena air. Selain itu, kain akrilik memiliki sifat yang tidak mudah kusut, lebih awet dan juga ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post