Bagaimana Gadis Ini Boleh VIRAL Satu Dunia Hanya Kerana Gambar Ini?

“My boyfriend and I colour-coordinated our outfits today.”

Disebabkan 7 perkataan tersebut yang ditaip seorang pelajar perempuan Melayu di Twitter, dia menjadi tular bukannya seluruh Malaysia tetapi seluruh dunia dalam masa satu malam.

Sempena 14 Februari lalu yang juga disambut sebagai Hari Kekasih di seluruh dunia, pelajar @adiiilaaa telah berkongsi satu foto di Twitter yang menunjukkan dia berdiri bersebelahan dengan tong sampah berwarna biru.

Kebetulan pula, dia sedang memakai baju kurung dan selendang yang sama warnanya dengan tong sampah dan plastik sampah itu.Obviously, tweet tersebut berbaur gurauan, kononnya dia Adila kekal single pada tarikh tersebut tanpa seorang boyfriend.

Ada juga yang mengandaikan Adila berkata semua lelaki sebenarnya bersifat ‘trashy‘ dan tak berguna apabila dia berdiri di sebelah ‘trash bin’.

Hhm, we can totally relate with you girl!

Tanpa disangka, selepas bangun pada hari ini, Adila mendapati tweet-nya itu sudah dikongsi semula sebanyak 23,000 kali dan mendapat 64,000 like. Bukan itu saja, Adila juga didapati cuba untuk membalas semula komen yang diterima.

Ia terus bertukar tular apabila portal popular dunia seperti teenvogue.com dan instagram buzzfeed turut memuat naik artikel dan posting mengenai tweet Adila tersebut.

Dan apabila ada followers Adila yang memberitahunya tentang hal tersebut, dia terkejut dan memuat naik, “This is it, this is the peak of my existence. Mom I made it.”

Sumber Remaja via heroviral.online

Artikel Lain

Gadis Cilik Ini Menyamar Sebagai Anak Orang Kaya dan Miskin untuk Menguji Reaksi Orang-orang yang Lewat, Sampai Akhirnya Dia Lari Sambil Menangis Tak Tahan dengan Sikap Orang-orang yang Keterlaluan

menyamar anak orang kaya

Jika Anda melihat seorang gadis cilik usia 6 tahun berjalan mondar-mandir tak berdaya di jalanan, apa Anda akan menghentikan langkah sejenak untuk membantunya?

Mungkin sekarang Anda akan mengatakan “tentu saja” pasti akan membantunya, namun percobaan sosial yang diselenggarakan UNICEF ini membuktikan ternyata tidak sesederhana itu.

Pertama-tama tim survei sosial menyuruh gadis cilik bernama Anano itu berdiri di jalanan dengan mengenakan stelan sebagai anak orang kaya, tak lama kemudian mereka melihat banyak pejalan kaki yang menghampirinya dan bertanya apakah dia membutuhkan pertolongan.

Seluruh percobaan sosial ini dilakukan di Kaukasus, Georgia.

Setelah itu, mereka kembali memoles wajah Anano dengan abu batubara, meriasnya supaya terlihat dekil dan seperti gadis cilik miskin.

Kemudian menyuruhnya berdiri di tempat yang sama, dan hasilnya, semua orang langsung melewatinya, tidak peduli apalagi menghentikan langkah menunjukkan empati walau sekadarnya.

Saat mereka menyuruh gadis manis bernama Anano yang berpakaian rapi dan bersih itu ke restoran, duduk di meja tamu yang sedang menikmati makanannya, tim menemukan tamu-tamu di restoran tampak sangat ramah dan hangat terhadapnya, bahkan ada yang memeluk atau mencium dengan gemas pada gadis cilik yang cantik ini.

Namun, setelah diganti dengan riasan gadis dekil dan miskin, reaksi dan sikap para tamu langsung berubah, bahkan meminta pelayan resto mengusirnya.

Sampai akhirnya Anano pun berlari keluar sambli menangis, tak tahan dengan sikap dan perlakuan tamu-tamu itu terhadapnya, dan tim survei dari UNICEF pun terpaksa menghentkan seluruh eksperimennya.

Anano mengatakan bahwa dia sangat sedih, mereka mengusirnya hanya karena wajah dan pakaiannya yang dekil dan kotor.

Banyak anak-anak dengan kondisi sandang-pangan yang memprihatinkan di dunia ini. Namun, itu bukanlah salah mereka kalau terlahir miskin atau tidak mampu menjaga penampilan cantiknya secara fisik, tapi mereka akan diusir dan didepak oleh orong-orang seperti yang dialami Anano yang menyamar sebagiai bocah miskin dan dekil di atas.

Jelas-jelas gadis cilik yang sama, tapi mendapat perlakuan yang sangat jauh berbeda hanya karena perbedaan antara pakaian dan penampilannya. Benar-benar menyedihkan melihat betapa realistisnya masyarakat sekarang.

Semoga semakin banyak orang yang bisa menunjukkan simpati dan empatinya setelah menyaksikan percobaan sosial dalam video berikut ini. (jhn/yant)

Sumber: ERA BARU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *